<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/5669884687860723271?origin\x3dhttp://afandyna.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>

.


e enjte, 18 tetor 2007


**SelaMat hari raya iedul fithri 1428 H****
Mohon mAAf laHir dan Bathin
SeMogA kiTa seMua KemBali Fithrah dan KeMbali suci sesuci Hari Raya Iedul fitri.
Opor ayam ...alhamdulillah
toek dimakan.... di hari raya
tak ada pun....... tak apa2
masih ada....... opor tetangga
Dalam tulisan ini mungkin hanya ketupat berwarna hijau (belum dimasak) yang bisa aku persembahkan, tapi kalau datang ke rumah mungkin ada ketupat yang berwarna kuning (udeh matang),,,wesss!!!penting ya????

"laysal ied liman kana libasuhu jadied, walakinnal ied liman kana imanuhu yazied"
setelah Ramadhan meninggalkan kita, hati terasa pedih dan berduka, karena selalui dihantui pertanyaan 'Apakah kita akan bertemu kembali dengan Ramadhan yang akan datang??"...
dan untuk menghindari kekacauan hati, kita harus cerdas dalam mengambil kesempatan dalam hidup ini : Kesempatan untuk mengisi hidup dengan Amal kebaikan terutama di bulan Ramadhan.
semoga saja bulan ramadhan tahun ini memberikan kesan yang sangat berarti buat hidup kita semua dan dapat mempertajam serta memperkuat kecintaan dan keimanan kita kepada Allah.
Met lebaran ya.....Mohon maaf lahir dan bathin

Emërtimet:

Komunikasi Yang Efektif dan Ideal

e enjte, 30 gusht 2007
Pernahkah kita memperhatikan filosofis dari diciptakannya satu lisan dan dua telinga?..sebagian ada yang menjawab pernah dan sebagian lagi ada yang menjawabnya tidak pernah bahkan tidak terbersit sedikitpun dalam otaknya untuk menganalisis kenapa lisan diciptakan satu sementara telinga dua. Sudah pasti bagi yang pernah menganalisis akan membuat satu kesimpulan yang sama dari filosofis tersebut yang diantaranya : Manusia harus lebih banyak mendengar daripada berbicara.
Dari filosofis ini terlintas sudah di otak kita bahwa manusia dianjurkan untuk mendengar lebih dua kali lipat dari pada berbicara, karena berbicara sangat menuntut adanya keahlian dan kapabilitas yang tinggi, sedangkan mendengar tidak terlalu banyak menuntut adanya keahlian, apalagi bagi pemula, mendengar adalah sebuah kewajiban dasar sebelum berani menggerakan lisan untuk berbicara dan juga jika dilihat dari resiko yang ada, lebih besar resiko berbicara daripada mendengar.
Aktifitas berbicara bisa dalam bentuk retorika, presentasi, mengajar dan komunikasi, namun dalam artikel singkat ini, saya akan lebih memfokuskan berbicara dalam satu aktifitas yang disebut komunikasi.

Komunikasi merupakan aktifitas manusia sehari-hari, sesama jenis ataupun lawan jenis, sesama teman atau atasan, sesama pelayan atau pelanggan dan banyak lainnya. Dengan demikian komunikasi adalah aktifitas yang dilakukan oleh semua manusia dan membutuhkan sebuah keterampilan khusus agar dapat melahirkan kesuksesan. Stephen Covey mengatakan bahwa komunikasi merupakan keterampilan yang paling penting daam kehidupan kita. Ia mengibaratkan komunikasi seperti bernafas yang sudah pasti secara otomatis kita lakukan setiap hari, akibatnya kita tidak memiliki kesadaran untuk melakukan komunikasi dengan efektif.
Kita mungkin sepakat bahwa betapapun berbakatnya seseorang, betapapun unggulnya sebuah produk atau betapapun kuatnya sebuah kasus hukum, kesuksesan tidak akan pernah dioperoleh tanpa penguasaan keterampilan komunikasi yang efektif. Apakah kita sedang mempersiapkan presentasi, negosiasi bisnis, melatih tim bola basket, membangun sebuah team work bahkan menghadapi ujian akhir gelar keserjanaan, maka efektifitas komunikasi akan menentukan kesuksesan kita dalam kegiatan-kegiatan tersebut. Kamampuan kita dalam mengirim pesan atau informasi dengan baik, kemampuan kita menjadi pendengar yang baik, kemampuan dan keterampilan kita menggunakan media atau alat audio-visual merupakan bagian pentng dalam melaksanakan komunikasi yang efektif.

Definisi komunikasi
Komunikasi adalah suatu proses penyampaian pikiran dan perasaan melalui bahasa, baik verbal maupun non verbal, mendengar, berbicara, gerak tubuh dan ungkapan emosi.

Komponen komunikasi
Menurut Thomas Leech dalam bukunya say it like shakepeare, ada lima komponen atau unsur penting dalam komunikasi yang harus kita perhatikan yaitu : (1) Pengirim pesan (sender), (2) Pesan yang disampaikan (message) (3) Bagaimana pesan tersebut dikirimkan (delivery channel) (4) Penerima pesan ( receiver) (6) Umpan balik (feed back). Leech juga menambahkan bahwa untuk membangun komunikasi yang efektif setidaknya kita harus menguasai empat jenis keterampilan dasar dalam berkomunikasi, yaitu membaca, menulis, mendengar dan berbicara. Begitu pentingnya, banyak orang menghabiskan waktunya untuk melakukan paling tidak salah satu dari empat keterampilan tersebut.
Di samping itu Stephen Covey juga mengusulkan lima deposito utama yang dapat menambah rekening bank emosi dalam berkomunikasi:
1.Berusaha benar-benar mengerti orang lain.
Ini adalah dasar dari apa yang disebut emphatetic comunication (komunikasi empatik). Ketika kita berkomunikasi dengan orang lain, kita biasanya berkomunikasi dalam satu dari empat tingkat ini : Kita mungkin mengabaikan orang itu dengan tidak serius membangun hubungan baik, kita mungkin berpura-pura, kita mungkin secara selektif berkomunikasi pada saat kita membutuhkannya atau kita membangun komunikasi yang atentif (penuh perhatian) tetapi tidak dari dalam diri kita.
Bentuk komunikasi tertinggi adalah komunikasi empatik, yaitu melakukan komunikasi untuk terlebih dahulu mengerti orang lain, memahami karakter dan maksud atau peran orang lain. Kebaikan dan sopan santun yang kecil-kecil begitu penting dalam satu hubungan. “hal-hal yang kecil adalah hal-hal yang besar”.
2.Memenuhi komitmen atau janji
Adalah deposito besar jika mampu memenuhi komitmen dan janji, sebaliknya melanggar janji adalah sebuah penarikan yang sangat besar.
3.Menjelaskan harapan.
Penyebab dari hampir semua kesulitan dalam hubungan berakar di dalam harapan yang bertentangan atau berada pada sekitar peran dan tujuan. Harapan harus dinyatakan secara eksplisit.
4.Meminta maaf dengan tulus ketika anda melakukan penarikan komitmen
5.Memperhatikan integritas pribadi
Integritas pribadi menghasilkan kepercayaan dan merupakan dasar dari banyak jenis deposito yang berbeda.
Integritas merupakan fondasi utama dalam membangun komunikasi yang efektif, karena tidak ada persahabatan atau teamwork tanpa adanya kepercayaan (trust) dan tidak akan ada kepercayaan tanpa adanya integritas. Integritas mencakup hal-hal yang lebih dari sekadar kujujuran (honesty). Kejujuran mengatakan kebenaran adalah menyesuaikan kata-kata kita dengan realitas. Integritas adalah menyesuaikan realitas dangan kata-kata kita. Integritas bersifat aktif sedangkan kejujuran bersifat pasif.

Hukum komunikasi yang efektif
Setelah kita memiliki lima pondasi untuk membangun komunikasi yang efektif, kita juga perlu memperhatikan apa yang oleh ahli komunikasi disebut “ Hukum komunikasi efektif “. Ada lima hukum komunikasi efektif yang terangkum dalam kata REACH




Hukum 1: Respect
Hukum pertama dalam mengembangkan komunikasi yang efektif adalah sikap menghargai setiap individu yang menjadi sasaran pesan yang kita sampaikan. Rasa hormat dan saling menghargai merupakan hukum yang pertama dalam kita berkomunikasi dengan orang lain. Ingatlah bahwa pada prinsipnya manusia ingin dihargai dan dianggap penting. Jika kita bahkan harus mengkritik atau memarahi seseorang, lakukan dengan penuh respek terhadap harga diri seseorang. Jika kita membangun komunikasi dengan rasa dan sikap saling menghargai dan menghormati, maka kita dapat membangun kerjasama yang akan menghasilkan sinergi yang akan meningkatkan efektifitas kinerja kita baik sebagai individu maupun secara keseluruhan sebagai sebuah tim, bahkan menurut mahaguru komunikasi Dale Carnegie dalam bukunya how to win friends and influence people, rahasia terbesar yang merupakan salah satu prinsip dasar dalam berurusan dengan manusia adalah dengan memberikan penghargaan yang tulus dan jujur. Seorang ahli psiklogi yang sangat terkenal William James juga mengatakan “Prinisip paling dalam pada sifat dasar manusia adalah kebutuhan untuk dihargai”. Dia mengatakan ini sebagai suatu kebutuhan (bukan harapan ataupun keinginan yang bisa ditunda atau tidak harus dipenuhi), yang herus dipenuhi. Ini adalah suatu rasa lapar manusia yang tak terperikan dan tak tergoyahkan. Lebih jauh Carnegie mengatakan bahwa setiap individu yang dapat memuaskan kelaparan hati ini akan menggenggam orang dalam telapak tangannya.
Charles Schwabb, salah seorang pertama dalam sejarah perusahaan Amerika yang mendapatkan gaji lebih tinggi dari satu juta dolar setahun, mengatakan bahwa aset paling besar yang dia milki adalah kemampuannya dalam membangkitkan antusiasme pada orang lain. Dan cara untuk membangkitkan antusiasme dan mendorong orang lain melakukan hal-hal terbaik adalah dengan memberi penghargaan yang tulus.

Hukum 2: Emphaty
Empati adalah kemampuan kita untuk menempatkan diri pada situasi atau kondisi yang dihadapi oleh orang lain. Salah satu prasyarat utama dalam memiliki sikap empati adalah kemampuan kita untuk mendengar atau mengerti terlebih dahulu sebelum didengarkan atau dimenegerti oleh orang lain. Secara khusus Covey menaruh kemampuan untuk mendengarkan sebagai salah satu dari 7 kebiasaan manusia yang sangat efektif, yaitu kebiasaan untuk mengerti terlebih dahulu, baru dimengerti ; “ Seek first to understand- understand then be understood to build the skills of emphatetic listening that inspires openness and trust,”. Kata Covey inilah yang disebutnya dengan komunikasi empatic. Dengan memahami dan mendengar orang lain terlebih dahulu, kita dapat membangun keterbukaan dan kepercayaan yang kita perlukan dalam membangun kerjasama atau sinergi dengan orang lain.
Rasa empati akan memampukan kita untuk dapat menyampaikan pesan dengan cara dan sikap yang memudahkan penerima pesan menerimanya. Oleh karena itu dalam ilmu pemasaran memahami perilaku konsumen merupakan keharusan. Dengan memahami perilaku konsumen maka kita dapat empati dengan apa yang menjadi kebutuhan, keinginan, minat, harapan dan kesenangan dari konsumen. Demikian halnya dengan bentuk komunikasi lainnya, misalnya komunikasi dalam membangun kerjasama tim. Kita perlu saling memahami dan mengerti keberadaaan orang lain dalam tim kita. Rasa empati akan menimbulkan respek atau penghargaan, dan rasa respek akan membangun kepercayaan yang merupakan unsur utama dalam membangun teamwork.
Jadi sebelum kita membangun komunikasi atau mengirimkan pesan, kita perlu mengerti dan memahami dengan empatik calon penerima pesan kita, sehingga nantinya pesan kita akan dapat tersampaikan tanpa ada halangan psikologis atau penolakan dari penerima.
Empati bisa juga berarti kemampuan untuk mendengar dan bersikap perspektif atau siap menerima masukan ataupun umpan balik apapun dengan sikap yang positif. Banyak sekali dari kita yang tidak mau mendengarkan saran, masukan apalagi kritik dari orang lain. Padahal esensi dari komunikasi adalah aliran dua arah. Komunikasi satu arah tidak akan efektif manakala tidak ada umpan balik (feed back) yang merupakan arus balik dari penerima pesan. Oleh karena itu dalam kegiatan komunikasi pemasaran above the lines (mass media advertising) diperlukan kemampuan untuk mendengar dan menangkap umpan balik dari audiensi atau penerima pesan.

Hukum 3: Audible
Makna dari audible antara lain: dapat didengarkan atau dimengerti dengan baik. Jika empati berarti kita harus mendengar terlebih dahulu ataupun mampu menerima umpan balik dengan baik, maka audible berarti pesan yang kita sampaikan dapat diterima oleh orang lain dengan baik. Hukum ini mengatakan bahwa pesan harus disampaikan melalui media atau delivery channel sedemikian hingga dapat diterima dengan baik oleh penerima pesan. Hukum ini mengacu pada kemampuan kita untuk menggunakan berbagai media maupun perlengkapan atau alat Bantu audio visual yang akan membantu kita agar pesan yang kita sampaikan dapat diterima dengan baik. Dalam komunikasi personal, hal ini berarti bahwa pesan disampaikan dengan cara atau sikap yang dapat diterima oleh penerima pesan.

Hukum 4: Clarity
Selain bahwa pesan harus dapat dimengerti dengan baik, maka hukum keempat yang terkait dengan itu adalah kejelasan dari pesan tersebut, sehingga tidak menimbulkan multi interpretasi atau berbagai penafsiran yang berlainan. Clarity dapat pula berarti keterbukaan dan transparansi. Dalam berkomunikasi kita perlu mengembangkan sikap terbuka (tidak ada yang ditutupi atau disembunyikan), sehingga dapat menimbulkan rasa percaya (trust) dari penerima pesan atau anggota tim kita, karena tanpa keterbukaan akan timbul sikap saling curiga dan pada gilirannya akan menurunkan semangat dan antusiasme kelompok atau tim kita.

Hukum 5: Humble
Hukum kelima dalam membangun komunikasi yang efektif adalah sikap rendah hati. Rendah hati tidak sama dengan rendah diri. Sikap ini merupakan unsur yang terkait dengan hukum pertama untuk membangun rasa saling menghargai orang lain, biasanya didasari oleh sikap rendah hati yang kita miliki. Sikap rendah hati pada intinya mencakup pengertian:
Sikap yang penuh melayani
Sikap menghargai
Mau mendengar dan menerima kritik
Tidak sombong dan memandang rendah orang lain
Rela memaafkan
Lemah lembut dan penuh pengendalian diri
Mengutamakan kepentingan yang lebih besar

Jika komunikasi yang kita bangun didasarkan pada lima hukum pokok komunikasi yang efektif ini, maka kita dapat menjadi seorang komunikator yang handal dan pada gilirannya dapat membangun hubungan jangka panjang yang saling menguntungkan dan saling menguatkan.

Beberapa kiat sukses berkomunikasi:
Kenali dengan baik siapa lawan bicara kita
Jangan terlalu banyak bicara dan kurang mendengar. Bersikaplah secara seimbang : berbicara dan mendengar sesuai kebutuhan.
Jangan merasa dan menampakkan bahwa kita lebih tahu daripada lawan bicara kita.
Kenali betul-betul diri sendiri dan kemampuan diri sendiri
a. Apa saja kemampuan dan kelebihan yang anda miliki?
b. Apa saja kelemahan atau kekurangan yang anda rasa cukup mengganggu komunikasi.
c. Kenali pula cara meningkatkan kelebihan dan menutupi kekurangan diri anda.
Pertanyaan: Bagaimana caranya agar kita bisa menerima diri kita secara apa adanya? Ada beberapa kiat lagi untuk bisa menerima diri sendiri apa adanya dengan kelebihan dan segala kekurangannya, yaitu:
Hargai diri sendiri
Biasakan tidak terlalu membandingkan diri sendiri dengan diri orang lain, karena setiap orang itu unik, kita dan orang lain berbeda segalanya.
Hargai upaya yang sudah kita lakukan
Walaupun mungkin belum berhasil, tetapi berusaha menghargai niat dan upaya yang telah dilakukan

Tentukan tujuan hidup kita
Sebagai aktifis organisai atau pemimpin suatu kelompok, tentukan tujuan aktifitas kita, Ingin menjadi pemimpin yang berpengaruhkah, ingin belajarkah, dan sebagainya.

Berpikir positif terhadap diri sendiri dan orang lain
Ini tidak berarti menganggap positif kesalahan-kesalahan yang pernah kita lakukan. Ini lebih ditekankan pada cara pandang tentang diri kita, misalnya jangan pernah berpikir bahwa saya tidak bisa begini kan karena saya begitu, dan lain-lain, begitu juga dengan orang lain.

Kembangkan minat dan kemampuan diri
Bersedia menghabiskan waktu dan tenaga untuk belajar dan melakukan tugas sampai tujan tercapai.

Kendalikan perasaan
- Tidak mudah marah
- Hadapi kesedihan secara wajar dan tidak berlebihan
- Tidak mudah terpengaruh keadaan sesat.

Emërtimet:

Toek dikenang............

e hënë, 13 gusht 2007
Malam Karya Anak Bangsa
Feat Mardhati
(Mahasiswa Al-Azhar angkatan 2003)
Malam Karya Anak Bangsa Adalah sebuah acara yang lahir langsung dari rahim Mardhati (Organisasi Mahasisa Al-azhar angkatan 2003) dan telah berhasil memeriahkan dunia seni dan kreatifitas masisir. Banyak Respond positif dari masisir dengan MKAB tersebut terbukti dengan lahirnya MKAB II setelah lahirnya MKAB I. MKAB I dilaksanakan pada tahun 2005 (lupa tanggalnya) di Kulliyah Thiib dengan agenda utama : launching Mini Ensiklopedi kemesiran dan dibuka untuk umum dan pada tanggal 12 Agustus 2007 kemarin tepatnya di Griya Ja-Teng MKAB yang kedua lahir kembali, tentunya dengan setting dan agenda acara yang berbeda, because just for Mardhatians saja, dengan agenda utama : Temu kangen dan pemberian penghargaan kepada Mardhatians yang akan segera meninggalkan Cairo.
Semua acara terlaksana dengan baik dan meriah meskipun banyak Mardhatians yang tidak bias ikut, tentunya ini didukung oleh hati Mardhatians yang sudah menyatu dan selalu happy jika kumpul bersama Mardhati di mana dan bagaimana kondisinya.

©Seperti biasa acara rangkaian acara telah diformat oleh panitia dan langsung dibuka oleh Faishal dilanjutkan dengan pembacaan kalam Ilahi oleh Ferry Ramadhan Syah, selanjutnya sambutan.
©Dan menjadi kewajiban bagi Mardhatians, generasi pecinta tanah air untuk selalu menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Mardhati di setiap kegiatan meskipun kegiatan yang sangat sederhana, menyanyikan dua lagu tersebut langsung dipandu oleh Iman.
©Sambutan sambutan oleh panitia dan ketua Mardhati 2003, namun karena masih banyak waktu, maka dengan kecerdasan panitia ditambahlah secara dadakan agenda baru : Kilas balik sejarah lahirnya Mardhati yang langsung dipandu oleh saudara Labib dan mantan ketua perdana Mardhati, Aulia ul-haq. Adalah sebuah sejarah yang sangat unik untuk dikenang bahkan tak akan bisa dilupakan, ketika saudara labib menceritakan sejarah lahirnya Mardhati yang diawali dengan Musyawarah secara kekeluargaan hingga berakhir dengan perdebatan sengit (bagus gak tonjok-tonjokan) hanya karena ada keinginan untuk melebur angkatan 2003 dalam 1 nama yang baru dan melepaskan nama Revival (angkatan DePaG 2003), namun mereka bersikeras untuk mempertahankan revivalis mereka, hingga akhirnya dengan tekad bulat dan kepercayaan diri yang kuat lahirlah para pejuang yang dengan gigih melahirkan kumpulan baru dalam tubuh angkatan 2003 dan lahirlah Mardhati.
Patut dibanggakan karena Mardhati telah berhasil membuka warna baru di blantika masisir. Banyak pro dan kontra dari masisir yang meyikapi kelahiran Mardhati,bahkan sampai sekarang status Mardhati masih bisa dikatakan illegal di pemerintahan PPMI (kagak penting itu mah Cuma PPMI aja kok!!, meskipun legal juga nggak dapat apa2), but it,s ok!....Mardhatians tidak perduli yang penting bisa kumpul bersama, satukan hati menggapai cita bangsa.
©Selanjutnya sholat Maghrib berjama’ah dilanjutkan dengan launching album hymne Mardhati, dan alhamdulillah mendapat tanggapan yang sangat positif dari Mardhatians sehingga ada rasa kepuasan dari kru penanggungjawab pembuatan klip tersebut. Banyak pengalaman dan pelajaran yang bisa diambil dari pembuatan klip tersebut, di antaranya :
Untuk menghasilkan sebuah karya, banyak pengorbanannya : Kepanasan, kelaparan, kepegalan dll (Hargailah hasil karya orang lain!!)
Ternyata menjadi seorang Aktor sulit juga (Jangan banyak menghina)
Ukhuwan dan semangat Mardhatians yang tidak bisa dibandingkan dengan lainnya hanya demi Mardhati (Berkorban demi Mardhati)

©Dilanjutkan dengan pembacaan dan pemberian penghargaan kepada Mardhatians yang menyelesaikan study tepat pada waktunya oleh Yayah Fajriyah, meskipun titlenya hanya baru LC (lulus control), tapi paling tidak penghargaan yang diberikan oleh Mardhatians sangat berharga (jangan dinilai dari bentuk piagamnya, tapi antusias mereka ingin memberikan kenangan dan penghargaan terindah buat Mardhatians yang akan lulus agar bisa dikenang dan terus bersatu dalam Mardhati).
Penghargaan yang diberikan Mardhatians adalah motifasi untuk Mardhatians semua untuk selalu berusaha menggapai Ridha Ilahi dan cita bangsa, meskipun tidak pada waktu yang sama, karena keberuntungan dan kesempatan setiap Mardhatians akan datang pada waktu yang tepat pada diri Mardhatians masing-masing.

©Acara Inti
Ada yang Istimewa di MKAB II : Banyak orang yang susah payah menghadirkan narasumber hebat dan berbobot, tapi kali ini Mardhati hanya dengan kecanggihan dan kelincahan merayu, acara Mardhati bisa dihadiri oleh Dekan UGM satra dan budaya, Bapak Syamsyul Hadi . Di tengah kesibukannya pada malam itu, panitia berhasil melobi beliau untuk memeriahkan dialog di MKAB II.
Banyak pelajaran yang bisa diambil dari isi sambutan Beliau :
Tidak menyepelekan hal yang remeh, karena hal yang remeh bisa menjadi sangat berharga.
Banyak menganalisis, karena untuk kemajuan bangsa Indonesia dibutuhkan genersai yang memilki pisau analisis yang tajam.
Wujudkan prioritas utama dalam segala hal : Jika sedang study maka study-lah yang menjadi prioritas utama dan tancapkan selalu di depan mata.
Ada yang sangat menyentuh hati penulis ketika beliau mengomentari permintaan pemandu (Bung Hatta) untuk memberikan nasihat.
“Ini adalah kenikmatan bagi orang-orang yang sudah tua”, ungkapnya dengan nada bijaksana dan mengukirkan ketulusan hati beliau untuk memberikan Nasihat kepada Mardhatians, terasa seperti anak yang dinasihati oleh orang tuanya, karena beliau tidak hanya menasihati tetapi juga mendoakan Mardhatians, betapa bijaknya Beliau!...
Intinya : Berbagi kebahagiaan dan kebaikan sesama.

Dilanjutkan oleh Ustadz Kholid Mushlih (pembicara Utama) di dialog MKAB II, seorang pembiacara yang dengan kecakapannya telah membuat Mardhatians terpukau dan banyak memberikan respond positif, di samping itu topic yang beliau angkat adalah problematika yang sudah akrab dengan Masisir, sehingga banyak Mardhatians yang curhat langsung demi mendapatkan solusi yang tepat.
Di antara mutiara yang diambil dari dialog singkat dengan Beliau adalah :
Logika manusia tidak sama dengan logika Allah, maka jangan bersedih jika ada sesuatu yang terjadi di luar rencana dan kemauan.
Idealisme, tekad dan kesempatan adalah pilar-pilar keberhasilan
Bakar semangat belajar dengan meihat sejarah orang-orang sukses dan membaca.
Keberhasilan bisa dicapai dengan segala cara : Kolektif dan atupun usaha pribadi.
Rizki dan keberuntungan sudah ditentukan oleh Allah dan ketepatan waktunya masih dirahasiakan, maka banyaklah berdoa dan beruasaha.
Sukses study bukan berarti sukses hidup dan yang gagal study juga bukan berarti gagal hidup, Karena banyak jalan menuju kesuksesan.



Dialog yang sangat seru, namun waktu tidak mengijinkan karena batas waktu yang disepakati hanya sampai pukul 23.00 sedangkan jarum jam sudah menunjukan pukul 23,30 sepertinya ada hak Mardhatians yang belum dipenuhi : Makan Malam (kasihan nanti pada masuk angin).
©Akhirnya acara ditutup dengan doa oleh Nurtianov.

Dan sambil makan malam ada obrolan santai dari Fuad (panitia Agenda), membicarakan all about agenda, plus memberikan hasil akhir catatan keuangan Agenda agar Mardhatians semua bisa mengetahui dengan jelas tanpa ada missunderstanding, dilanjutkan dengan Haki (panitia Rihlah), namun nasib sial menimpa Haki, Mardhatians sudah kurang connect sehingga obrolan tentang rihlah sepertinya akan dikhususkan pada rapat selanjutnya yang special membahas rihlah dan ini merupakan agenda besar terakhir Mardhati di tahun 2007 ini. Semangat terus ya!!!!!!!!!!!!!!!!!

Ini aja yang bisa penulis catat dari MKAB II semalam semoga bisa menjadi sebuah kenangan terindah.
Mohon maaf kalau ada kesalahan dan kekurangan.


Wassalam
Yayah Fajriyah Afandi

Emërtimet:

Tips Ideal Memanage Uang

e mërkurë, 8 gusht 2007
Banyak orang bilang uang raja dunia, hidup bisa tenang jika ada uang, namun bukan tujuan hidup untuk uang
Sebegitu urgen dan besarnya pengaruh uang dalam kehidupan manusia sehingga dikatakan sebagai raja dunia dan obat penenang hati manusia. Seluruh lini kehidupan tidak ada yang tidak bersentuhan dengan uang bahkan dengan kehebatannya, uang bisa menjadi sumber kebaikan dan juga sumber kejahatan : Agama bisa berkembang karena uang, negara pesat cemerlang juga karena uang namun tak jarang juga nyawa melayang karena uang. Di samping itu juga segala amal perbuatan baik dan buruk bisa lahir karena uang : Mulia, amanah, ekonomis, seraka, pelit , boros dan sebagainya.
Dari sini Jelaslah sudah bahwa uang tidak menjadi baik dan buruk dengan sendirinya, namun tergantung kepada pemiliknya ; jika mampu mengoperasikannya dengan baik maka uang akan menjadi baik dan juga sebaliknya.
Lalu bagaimanakah agar uang yang kita milki ini bisa menjadi baik dan mengajak kepada perbuatan yang baik? Tentunya diawali dengan profesionalisme di dalam memanagenya. Bila sudah mampu memanage, maka uang akan tertata rapi dan bisa terhindar dari penyakit hati dan sosial yang dilahirkan dari rahim uang.
Di antara tips-tips memanage uang adalah sebagai berikut :

Mengedepankan yang primer
Tentunya kita semua sudah mengetahui istilah primer sekunder dan tersier, namun belum tentu bisa memilah mana yang lebih harus dikedepankan dan dipentingkan, sehingga terhindar dari bahaya yang tidak kita inginkan : Kekurangan uang dan pinjam kepada orang lain.
Kebutuhan primer setiap orang sama : Sandang, pangan dan papan. Jika ketiga kebutuhan ini telah terpenuhi, maka bolehlah kita melirik kepada kebutuhan sekunder yang bahkan bisa bergeser kepada kebutuhan primer seperti biaya sekolah anak.

Tidak membelanjakan sesuatu yang tidak penting
Sudah sering kita dengar bahwa orang yang membelanjakan sesuatu yang tidak bermanfaat (mubadzdzirin) adalah saudara syeitan, yups!....sangat benar sekali ungkapan tersebut, bahkan di samping saudaranya syeitan juga merupakan tanda kebodohan seseorang akan dirinya sendiri, karena tidak bisa mengetahui dengan baik apa yang dibutuhkan sehingga membelanjakan uang sembarangan tanpa memperhitungkan kebutuhannya dan manfaat barang yang telah dibelinya. So kalau shopping harus difilter dulu ya!.......

Tidak membelanjakan sesuatu yang hanya bermanfaat bagi pribadi tapi berbahaya bagi orang lain
Egoislah yang tepat disandangkan pada orang yang hanya melihat manfaat pribadi sementara orang lain tidak dihiraukan. Dalam kehidupan seringkali kita menjumpai aktifitas seperti ini, contohnya membeli kucing peliharaan (bagi pecinta hewan ), sementara di sampingnya ada orang yang alergi dengan kucing.
Memang itu adalah hak pemilik uang untuk membelanjakan uangnya namun juga di sisi lain ada hak sosial yang harus diperhatikan, karena meskipun kucing yang dibelinya sangat berarti dan bermanfaat baginya, namun jika ada teman yang alergi dengan kucing, maka uang yang kita belanjakan bukan membawa kepada kebaikan malah justeru membawa kepada kejahatan.
Menghitung pemasukan dan pengeluaran
"Besar pasak daripada tiang", sebuah pepatah yang sudah biasa terdengar semenjak duduk di Sekolah Dasar, hanya mendengar namun tidak faham hakikatnya.
Sebagai manusia yang sudah dewasa tentunya harus sudah dapat memetik hikmah daripada kata pepatah ini : Menyesuaikan pemasukan dengan pengeluaran, jangan sampai pengeluaran lebih besar daripada pemasukan, kenapa? Sudah barang tentu kita semua bisa mengetahui dampak negatifnya jika tidak bisa mengukur pengeluaran dengan pemasukan.
Jika pasak lebih besar daripada tiang yang terjadi adalah roboh dan ambruk begitu juga jika pengeluaran lebih besar daripada pemasukan, maka ekonomi akan hancur dan rugi.

Menabung
Dalam kehidupan tak jarang datang musibah yang tak diundang, mau tak mau kita harus menerimanya dengan lapang dada. Alangkah sangat kebetulan jika musibah datang dan kebutuhannya sudah dipersiapkan, bila tidak ada apa yang harus dilakukan?
Jika hati tetap terkontrol maka usaha halal dan bekerja keras adalah solusi terbaik, namun jika hati gelap segala cara akan dihalalkan. So sedia selalu payung sebelum hujan.

Jangan banyak berutang
Bisa dikatakan bahwa utang adalah akibat dari tidak adanya profesionalisme dalam memanage uang, namun tidak juga demikian, karena terkadang kita sudah memanage dengan baik, tiba-tiba ada keperluan yang membutuhkan uang dalam jumlah lebih banyak dari yang telah kita simpan, mau tidak mau di antara solusinya adalah pinjam kepada orang lain.
Utang piutang boleh-boleh saja karena ia juga merupakan refleksi dari tolong menolong dan kerjasama sosial, namun juga jangan disalahgunakan karena akan berakibat fatal apalagi jika mendarah daging dan menjadi kebiasaan .
Orang yang sudah terlilit utang, akan sangat sulit terlepas dari lilitan tersebut kecuali ada usaha keras, karena orang yang berutang biasanya menutupi utangnya dengan berutang kepada orang lain, makanya hindarilah berutang semampu kita agar diri terhindar dari penyakit sosial dan penyakit hati.
Orang yang berutang rentan sekali dengan dosa, seberapa banyak orang membunuh, dan berbohong karena utang!....
Bahkan hidup juga tidak akan tenang bila dililit hutang, selamanya akan terus dihantui!..hihihihihihihihihihihihihihihihihihi………..

Inilah tips ringan semoga bisa menjadi pelajaran untuk kita semua, terutama ibu rumah tangga yang diamanatkan suami untuk mengelola uang keluarga dengan sebaiknya!...

Emërtimet:

Singa podium, gampang kok!....

e mërkurë, 27 qershor 2007
Banyak orang pandai bicara tapi tidak ada intisarinya, bicara ngalor ngidul tidak ada kesimpulannya, kenapa?.......
Tentunya banyak factor penyebab yang kadang tidak diperhatikan oleh khatib tersebut, menurutnya berpidato adalah sebuah profesi yang hanya membutuhkan keahlian berbicara saja, kalau sudah bicara ya….bisa luluslah menjadi seorang khatib.
Untuk menjadi seorang khatib yang berpotensi, haruslah terlebih dahulu membekali diri dengan beberapa teori dakwah yang penulis rasa sangat penting untuk dipelajarai.


Langkah Persiapan
Tentukan tema (menarik, aktual dan sesuai)
Perhatikan audiens atau obyek pidato (usia, ras, agama, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pemukiman dll)
Perhatikan munasabah pidato (dalam rangka acara apa)
Buatlah kerangka/out line
Gunakan bahasa yang komunikatif dan mudah dipahami
Latihan secukupnya
Kuatkan mental

Saat Berpidato
Mulailah dengan pembukaan ringan yang ringkas
Kata-kata pertama sangat menentukan. Pilihlah lead awal yang benar-benar menarik dan penuh kejutan
Membicarakan poin-poin dengan jelas dan alur yang runtut
Tutup dengan kesimpulan yang tidak menggurui
Jangan lupa minta maaf dan berterima kasih

Perhatikan Hal-hal: Berikut
Datang ke tempat acara lebih cepat
Tinggi rendah suara
Gerakan tangan dan badan secukupnya
Pandangan mata yang merata dan bersahabat
Selingi dengan cerita menarik
Mengutip kata-kata bijak
Bila harus membaca teks
Bila mengakhiri dengan doa

Mengatur tinggi rendah suara
Mengetahui kemampuan suara dan turun naik nafas
Tahu saat meninggikan suara
Meninggikan suara secukupnya
Tahu saat merendahkan suara
Tidak terlalu kecil dan membosankan audiens
Bervariasi

Bersemangat boleh
Tapi…
Jangan berlebihan dan perkirakan berbagai kemungkinan

Selingan Cerita
Menarik audiens
Dibawakan dengan gerak tubuh secukupnya
Intonasi suara yang pas
Berhubungan dengan tema
Mudah dipahami

Bila harus membaca teks ( bagi pemula)
Font tulisan jelas dan mudah dibaca
Menghafal pokok-pokok isi teks
Melihat teks sesekali saja
Nggak nyuekin audiens dengan sibuk membaca teks dari awal sampai akhir
Turunkan teks, atau letakkan di atas mimbar, sesekali meraihnya lagi
Jangan grogi bila ada kesalahan


Mengabadikan ekspresi diri
Tape Recorder
Handycam
Tustel/Kamera Digital

Setelah Berpidato
Evaluasi (gaya bicara, intonasi suara, gerak tubuh, tema dll)
Jangan terbang oleh pujian
Jangan patah arang karena kritikan
Catatlah evaluasimu juga masukan dari orang-orang di sekelilingmu

Bekal-bekal umum
Jangan bosan membaca
Perhatikan gaya orang-orang keren saat mereka bicara dan berpidato
Latihan dan terus latihan
Mintalah orang tua, guru, saudara dan temen-temenmu untuk memberi masukan
Jangan mudah patah semangat
Dan… ikhlaskan niat

Apapun teorinya, kuncinya tetap satu : Mencoba!!!!!

Emërtimet:

Membina Kekompakan Anggota

e hënë, 25 qershor 2007
Upaya Mewujudkan Harmonisasi berorganisasi

Dalam kamus bahasa Indonesia dikatakan bahwa organisasi adalah kumpulan orang-orang yang berjualan demi mendapatkan sesuatu perkumpulan. Hal ini juga senada dengan apa yang diterjemahkan oleh orang Jepang tentang definisi organisasi tersebut yaitu sebuah wadah gabungan dari berbagai kekuatan untuk mewujudkan kekuatan yang lebih hebat dalam mencapai tujuan tertentu.

Adalah sebuah terjemahan yang sangat pleksibel namun bisa dikatakan sulit untuk merealisasikan tujuan akhirnya yaitu mendapatkan sesuatu perkumpulan yang kuat, kompak dan harmonis.
Keharmonisan dalam organisasi itu memang sangat sulit untuk diwujudkan ,yang terkadang hanya disebabkan oleh sebuah perbedaan, padahal sebuah perbedaan bisa dijadikan sebagai sumber persatuan jika dikemas dengan kekompakan. Banyak kegagalan yang dijumpai dalam sebuah organisasi yang faktor utamanya adalah tidak adanya kekompakan dalam tubuh organisasi tersebut..
Namun juga bukanlah hal yang mudah dalam membina kekompakan ini, perlu adanya usaha keras yang cukup memakan banyak tenaga dan pikiran, karena rambut boleh sama tetapi ide tetap berbeda.
Dalam kesempatan kali ini saya menawarkan beberapa langkah dalam upaya membina kekompakan anggota, terlepas apakah para pembaca setuju dengan saya atau tidak, tapi ini adalah sebuah teori yang sudah banyak diaflikasikan dan mendapatkan hasil yang memuaskan.
1. Persamaan visi misi
Dalam organiasasi sangatlah diperlukan adanya visi dan misi yang jelas, sehingga anggota dengan sendirinya akan dipersatukan oleh visi dan misi itu sendiri, bagaimanapun juga visi dan misi dalam sebuah organisasi adalah pondasi utama yang sangat menentukan kelanggengan organisasi di masa yang akan datang. Jika dalam individu anggota sudah memilki visi misi yang sama, maka akan sangat mudah untuk dipersatukannya. Harun Nasuton sendiri mengatakan “persamaan darah tidak menjamin sebuah persatuan, namun persamaan visi dan misilah yang menyatukan kita”.
2. fair dan saling percaya
Keterbukaan dan saling mempercayai sesama anggota sangatlah mungkin untuk membentuk kekompakan anggota, karena seringkali keretakan anggota terjadi hanya karena misunderstanding, tidak ada kejelasan yang pasti dalam menerima sebuah informasi atau dalam menyelesaikan seuah konflik yang akhirnya selalu menimbulkan kecurigaan sesama anggota.
3. Kerjasama, komunikasi dan konflik
Keharmonisan dalam berorganisasi tentunya sangat erat ketergantungannya dengan jiwa kerjasama, komunikasi dan konflik. Segalanya memang perlu pembiasaan, jika ingin memiiki anggota yang kompak, maka asas bekerjasama harus terus dibakar dalam tiap individu anggota, jangan pernah melihat kadar berat ringannya perbuatan tersebut, karena bagaimanapun juga dalam kehidupan berorganisasi segalanya harus dipikul bersama, meskipun sejatinya perkara tersebut bisa dilaksanakan sendiri.
Komunikasi sesama anggota juga sangat dibutuhkan, jiwa kebersaaan akan tumbuh subur dalam individu anggota jika komunikasai terus berjalan, meskipun hanya sekadar say hello!. Juga dalam memandang konflik biasanya semua orang selalu memakai kacamata negative, seolah-olah dalam konflik itu tidak akan menghasilkan sisi positif, padahal jika para anggota terlebih lagi pemimpinnya mampu mengemas konfik itu dengan kemasan yang baik, maka konflik tersebut bukan akan mendatangkan keretakan, namun sebaliknya ; mempererat persatuan dan membina kekompakan, sebagaimana konflik yang biasa terjadi dalam percintaan, jika pandai mengemasnya, maka konfik itu laksana bumbu-bumbu penyedap cinta, bukanlah kerikil-kerikil penghambat cinta.
4. Dukungan dan Ikatan hati
Kekompakan anggota akan efektif jika sesama mereka memiliki ikatan hati yang kuat, satu sama lain saling menghormati, menasihati dan berjuang bersama demi kemajuan organisasinya. Namun apa yang akan terjadi jika sesama anggota saling menghina dan menjatuhkan, jangankan kekompakan, persatuanpun rasanya akan sulit untuk digalang bersama. Ikatan hati yang kuat sesama anggota akan sangat mudah mencapai kemajuan.
Dukungan dari setiap anggota juga sangat berpengaruh, karena dalam oragnisasi juga bisa dianalogikan seperti sebuah bangunan semuanya harus saling menguatkan dan mendukung, Jika ada satu tiang yang roboh, maka bangunan tersebut tidak akan bisa berdri tegak sebagaimana idealnya sebuah bangunan yang kokoh. Tak ubahnya dengan organisai, segala pihak saling terkait. Dan ini sesuai dengan yang dipaparkan oleh bangsa Jepang mengenai definisi organisasi.
5. kepemimpinan yang layak
Point yang saya letakkan pada posisi terakhir, bukanlah untuk meremehkan, namun untuk lebih mengutamakan, saya memakai teori pyramid terbalik, semakin kebawah semakin meruncing alias semakin urgen.
Orang tua adalah cermin anak di masa yang akan datang, begitu juga pemimpin adalah cermin anggotanya di masa yang akan datang. Dengan steatmen seperti ini sudah jelas tentunya bahwa kekompakan anggota juga bisa dipupuk dari kepriadian sang pemimpinnya, jika sang pemimpin memiliki jiwa social yang tinggi, komunikatif, agresif dan progresif maka kekompakan anggota akan sangat mudah dibina.
Jika para pembaca mencermati dari semua poin yang telah saya jelaskan satu persatu, maka akan sangat jelas bahwa semuanya kembali lagi kepada pemimpinnya. Seorang pemimpin dituntut untuk memiliki strategi yang ampuh demi mewujudkan kekompakan anggotanya, bagaimana caranya agar semua anggota bisa memiliki satu visi dan misi, bagaimana caranya agar anggota saling percaya, saling mendukung dan memiliki ikatan hati yang kuat.
Menurut saya di antara karakter pemimpin yang ideal itu adalah pemimpin yang peka dengan keadaan anggota, selalu memberikan motifasi dan inisiator (banyak ide-ide baru).
Dengan adanya tuntutan ini, Penulis tidak bermaksud menghantui para pemimpin, namun ingin mengajak para pemimpin BUMBATA (buka mata buka telinga) dan untuk lebih jeli dalam membina kekompakan anggotanya. Karena kesuksesan dan kaberkahan itu berada dalam kekompakan dan persatuan.

Emërtimet:

Panduan simple buat master of ceremony

(coret-coretan waktu kursus mc di indonesia 2002-2003)

Menjadi pewara (pembawa acara) bisa dikatakan gampang2 susah and susah2 gampang, apalagi bagi orang yang hanya melihat dan mendengar saja, so pasti dia akan mengatakan kalau pewara ya…begitu2 aja, nggak ada yang istimewa, tapi sebenarnya mereka juga akan cuap-cuap jika dalam sebuah acara ada pewara yang gagap atau lupa dan atau sebaliknya ada pewara yang bagus suara dan bahasanya.
padahal jika dunia pewara ini ditekuni maka kesusahannya akan mulai terasa and ternyata susah juga, terlebih lagi jika langsung praktek, wow tegang bangat jell!...tapi kalau sudah terbiasa maka akan enjoy and bisa2 malah ketagihan.
Intinya segala seuatu pasti akan ada teori and ilmunya agar hasilnya lebih perpect.
Buat kamu2 yang seneng dunia pewara and mau belajar menjadi seorang pewara, kamu bisa baca tulisan ini sampai selesai, semoga saja bisa memberi masukan baru and insyaAllah akan bermanfaat.
Simak baik2 ya!.......

­­­­­­­­­­­­Criteria pewara
Pewara bisa diartikan " seorang yang memiliki kemampuan untuk menghantarkan jalannya suatu acara sejak perencanaan sampai pelaksanaan dengan mengacu pada aturan-aturan yang berlaku" atau juga bisa diartikan sebagai " pengatur tertibnya acara dan menghantarkan acara dengan baik kepada audience", dengan demikian maka seorang pewara harus memiiki criteria sebagai berikut :

Memiliki bakat yang memadai
Untuk menjadi seorang pewara yang baik haruslah memilki bakat, hal ini mengacu pada teori bahwa sifat-sifat dan watak manusia yang menjadi pewara dipengaruhi oleh warisan biologis yang terdiri dari 3 macam ; behaviour, intelligence dan natural ability.
Namun tidak berarti menutup kesempatan bagi yang tidak berbakat untuk menjadi seorang pewara.
Karena menurut Thomas Alfa Adison bakat hanyalah 1 % dan 99 % adalah keringat, so usaha juga penting agar bisa mengembangkan bakat.

kepercyaan diri
Profesi apapun yang ingin anda tekuni haruslah dilandasi dengan kepercayaan diri, apalagi sebagai seorang pewara.
Agar mampu menguasai masa dan mempengaruhinya maka kepercayaan dirilah yang akan menolong anda!!!

Pandai beradaptasi
Pewara yang hebat adalah pewara yang mampu beradaptasi dengan lingkungan audience dan tidak merasa asing.
Karena sikapnya yang asing justru akan merusak image pewara dihadapan audience. so freinsdship gitcu loh!!!

Etika yang baik
Kepribadian yang baik dengan memperhatikan setiap tindak atau perilaku dan sopan santun mewarnai kehidupan dan aktifitas kita.
Pancaran kepribadian yang baik dari sorang pewara akan menguntungkan dirinya sendiri karena menimbulkan rasa kagum, diterima keberadaannya dan dijadikan tauladan, jadi dipanggil lagi dech!

Kemampuan olah suara yang baik
Beberapa hal yang harus diperhatikan oleh seorang pewara untuk memiliki vocal/suara yang baik (suara mikrofonis atau berkarakter) adalah :
. melatih vocal dengan tekhnik beragam
. memiliki intonsi yang baik dengan membedakan intonasi datar, intonasi monoton dan intonasi variatif dengan memperhatikan pengaturan tempo yang baik.
artikulasi yang baik agar suara yang dikeluarkan terdengar mengandung arti bagi pendengar.
Suara yang dikeluarkan mampu menjiwai isi atau makna dari kata atau kalimat yang diutarakan.

Penguasaan bahasa yang baik dan benar
Setiap pewara dituntut mampu mengucapkan setiap kata dan kalimat dari bahsa manapun dengan baik dan benar, hal ini bisa dicapai dengan banyak membaca, mendengarkan, memperhatikan dan mengucapkan. Bahasa yang digunakan oleh pewara adalah bahasa komunikatif, praktis dan efisien.

Memilki wawasan dan pengetahuan yang luas

Untuk memiliki pengetahuan yang luas, pewara haruslah memiliki dasar pendidikan yang khusus maupun yang umum, antara lain dengan mengikuti kursus, pelatihan, gemar membaca dan terus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan informasi.

Body language yang baik
Karena seorang pewara adalah sebagai pusat perhatian audience, maka sikap tubuh haruslah baik, di saat duduk, berdiri, menyampaikan acara dan berbicara, karena jika berlebihan khawatir pewara akan dijuluki pewara yang over acting


Kreatif dan penuh inisiatif serta mampu berfikir cepat dan tepat

Pewara harusah inisiatif dan kreatif, hal ini dibutuhkan agar seorang pewara tetap memperhatikan setiap perubahan yang terjadi dan tanggap akan segala kemungkinan yang terjadi di saat pewara melaksanakan tugasnya.

Sense of humor
Ketika acara berlangsung pewara dituntut untuk mampu menciptakan suasana yang menyenangkan bagi audience. Sikap riang yang memancar akan meluluhkan suasana yang kaku dan kurang bersahabat, oleh karena itu memiliki rasa humor adalah keharusan bagi seorang pewara, terlebih lagi di saat memandu acara hiburan, namum juga bukan berarti seorang pewara harus menjadi seorang pelawak karena humor yang berlebihan dan tidak pada tempatnya juga akan mengurangi kredibilitas pewara.

jenis acara :
acara resmi : acara yang diselenggarakan dengan berlandaskan peraturan-peraturan yang baku seperti :
- Upacara bendera
- Serah terima jabatan
- pengambilan sumpah
dan pelantikan
- dll
acara on official/pribadi/familiar yang lebih berkesan santai namun tetap membutuhkan persiapan yang matang untuk kelancaran setiap acara seperti :
- ACara pernikahan
- Acara seminar
- Acara pengajian dan arisan
- Acara hiburan
- dll




Rumus Nada
Demi mempermudah pewara dalam mengatur alih vocal dan nada suara sesuai dengan jenis acara, seorang pewara juga harus mengetahui rumus nada yang sudah dijadikan standar ideal dalam dunia pewara, rumus nada tersebut terangkum dala rumus nada Do Re Mi Fa Sol (kaya musik aja…..).
Nada Do Re…..untuk acara pengajian, pernikahan dan seminar
Nada Mi Fa…..untuk serah terima jabatan, pelantikan dan seminar
Nada Sol………untuk upacara bendera.
Nada Do Re Mi Fa Sol…….untuk acara hiburan

Persiapan penting sebelum melaksanakan tugas pewara
pastikan bahwa andalah yang bertanggung jawab memandu jalannya acara dengan baik.
kenali jenis acara yang anda pandu
koordinasikan dengan panitia atau protocol acara mengenai susunan acara dan petugasnya
usahakan melakukan gladi bersih.
usahakan menggunakan lembar susunan acara 1/4 kertas folio dan setu lembar berisi satu item acara, demi menghindari terjadinya pengulangan redaksi yang telah dibacakan atau menyampaikan acara yang sudah disampaikan.
mengenakan pakaian yang cocok dengan acara
hadir di tempat acara minimal satu jam sebelum acara dimulai.
cek kehadiran undangan dan petugas acara.
bersikap tenang dengan konsntrasi penuh.
kendalikan emosi dan berdoa.



Boat kamu2 semua met mempelajari and mempraktekan!...teori aje nggak cukup ngbekalin kamu untuk menjadi seorang pewara yang jitu!...so prakteknya juga!...kalau disuruh jadi Mc, terima aja!...buat pengalaman!..kesempatan tidak akan datang dua kali loch!

Emërtimet: