<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/plusone.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID\0755669884687860723271\46blogName\75.\46publishMode\75PUBLISH_MODE_BLOGSPOT\46navbarType\75BLUE\46layoutType\75CLASSIC\46searchRoot\75http://afandyna.blogspot.com/search\46blogLocale\75sq_AL\46v\0752\46homepageUrl\75http://afandyna.blogspot.com/\46vt\0752811774403015623458', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>

.


Kenapa anak-anak tidak mau sekolah?

Sebagai sebuah problematika orang tua adalah kemalasan anak untuk pergi kesekolahnya, bahkan tidak mau sekolah dan mempengaruhi teman-temannya untuk selalu kabur dari sekolah (bolos), penyakit ini jika tidak segera ditanggulangi akan terus mengakar dan menular serta sulit untuk ditanggulangi.
Hal ini tidak lahir begitu saja, tentunya banyak faktor yang mempengaruhi sehingga anak tidak mau ke sekolah.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan anak-anak malas ke sekolah dan sering bolos, di antaranya adalah :


Takut atau trauma dengan sesuatu
Penyebab dominan Anak-anak bolos dari sekolah adalah karena takut dengan gurunya atau ada teman yang merupakan musuhnya, Dia tidak mampu membela dirinya sendiri dan tidak berani mengadukannya kepada sekolah, atau juga anak takut menghadiri sebuah pelajaran yang dia merasa tidak mampu dalam mempelajarinya dan sebagainya.

Haus dengan perhatian
Kadang-kadang sifat aneh ini juga disebabkan karena kebutuhan pribadi anak yang dialami di rumahnya seperti diabaikan, tidak diperhatikan atau dikucilkan dari keluarganya dan sebegainya yang menyebabkannya lari dari sekolah dengan tujuan ingin diperhatikan oleh guru, teman dan orang tua. Dengan ini anak merasa bangga karena semua orang membicarakannya dan telah merasa diperhatikan.
Ketika itu anak tidak dapat memikirkan konsekwensi dari perbuatannya, yang dia lakukan karena semata-mata ingin mendapat perhatian saja.
Ya memang anak yang sudah menginjak usia remaja juga terkadang belum bisa memilih cara yang terbaik agar dia bisa diperhatikan.

Kekerasan orang tua
Keinginan orang tua terhadap anaknya sering tidak susuai dengan harapannya, terkadang metode yang diterapkannya kurang tepat dan bahkan salah, seperti sikap yang keras dari orang terhadap anaknya.
Anak-anak bisa kabur dan bolos dari sekolah inilah bukti konkrit dari itu semua, dia merasa bahwa dengan bolos inilah dia bisa membalas dendamnya kepada orangtua, karena dengan perbuatannya orang tua pasti akan merasa sedih dan sakit hati, si anak tidak memahami apa yang ada dibalik sikap kekerasan orang tuanya, tentunya tidak lain hanyalah kesuksesan dan keberuntungan.
Dengan ini kedua belah pihak sama-sama mendapatkan kerugian ; Anak tidak sukses sekolah dan orang tua juga gagal dalam mendidik anaknya.

Teman yang tidak baik
Mayoritas tingkah laku anak dan kepribadiannya dipengaruhi oleh factor teman, karena faktor teman kadang bisa lebih mendominasi dari pada peran orang tua.
Anak bisa bolos dari sekolah lantaran ajakan temannya yang mengatakan bahwa bolos itu merupakan refleksi dari ke-gantle-an dan kebebasan. Betapa indahnya bagi mereka yang bisa keluar dari sekolah pada jam belajar untuk menikmati indahnya alam dan cerahnya terbitan matahari.
Sikap anak-anak yang seperti ini akan sangat mudah ditiru oleh teman-temannya, adakalanya karena ingin menikmati hal yang sama, atau juga takut dibilang pengecut karena tidak berani bolos sekolah.

Upaya penanggulangannya
Likulli daa' dawa', setiap penyakit pasti ada obatnya. Steatmen inipun diamini oleh Imam Ghazali dengan mengatakan bahwa setiap penyakit pasti ada obatnya sendiri, dengan syarat harus diteliti terlebih dahulu jenis penyakitnya agar obatnya bisa disesuaikan, karena tidak ada satu obat paten untuk segala jenis penyakit.
Begitu juga dengan kemalasan anak ke sekolah, orang tua haruslah meneliti faktor penyebabnya agar dapat menyembuhkannya dengan cara yang tepat.
Di antara langkah-langkahnya sebagai berikut :

Mempelajari dan memahami kondisi anak
Untuk mengetahui sebab-sebab malasnya anak ke sekolah dan sering kabur dari sekolah tidak cukup hanya dengan menanyakan sebabnya. Maka kadang-kadang anak sudah pandai berdalih dengan apa saja dan berbohong agar perkara tersebut cepat selesai dan tidak dipermasalahkan lagi, namun kedua orang tua juga harus memahami kondisi psikologis anak.
Dengan demikian hendaklah kedua orang tua datang ke sekolah menanyakan kondisi anaknya di sekolah seperti apa, karena siapa tahu sekolah bisa mengetahui problem yang sedang dihadapi anak atau juga teman-temannya.
Menyikapi anak seperti ini haruslah dengan sikap lembut dan penuh kasih sayang agar anak berani menungkapkan yang sebenarnya alasan dia sering bolos dan atau melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak baik.

Bijaksana dan bertahap
Untuk menyembuhkan anak dari penyakit seperti ini sangatlah dibutuhkan kesabaran dan kebijaksanaan, jangan terburu-buru, khawatir akibatnya tidak sesuai dengan yang diharapkan, akan tetapi dengan memberikan pemahaman kepada anak, bahwa apa yang telah dilakukannya di sekolah adalah tidak baik.
Dengan cara seperti ini saja terkadang anak belum bisa menerima dan langsung memahami namun memang butuh proses sampai anak betul-betul bisa memahami dan menilai segala yang dilakukannya.
Contohnya : Anak yang sering kabur dari sekolah dengan motif ingin mendapatkan kemerdekaan dan kebebasan, sesungguhnya dia justru akan mendapatkan sesuatu yang sebaliknya.
Dengan bolos dia akan terus tertinggal di sekolah , sehingga butuh waktu yang lebih lama lagi untuk menyelesaikan sekolahnya, namun jika dia rajin dan patuh dengan peraturan sekolah, dia akan cepat mendapat kebebasan itu, karena sekolahnya cepat selesai.
Dengan demikian, janganlah kedua orang tua terlalu membelenggu kebebasan anak sehingga anak merasa dikekang, namun berikanlah kebebasan yang layak kepadanya.
Menghindari sikap kasar dan keras
Salah kaprah orang yang mengartikan kekerasan itu adalah cara yang paling ideal untuk memperbaiki anak, namun realitanya justru sebaliknya, sebgaiamana yang telah dijealskan di atas.
Terlebih lagi sesuatu yang berkaitan dengan sekolah janganlah sekali-kali memakai pendekatan seperti ini, haruslah dengan lemah lembut, perhatian dan kasih saying. Sebagaimana dibutuhkan juga untuk memberikan pemahaman dan tidak membedakan satu sama lain, menyediakan waktu luang untuk berbagi cerita, memberikan hadiah atas keberhasilan anak di sekolah yang telah berusaha sungguh-sungguh dan terus memotifasinya.

Labels:

« Home | Next »
| Next »

12 gusht 2008 në 07:38

Salam kenal.
Artikel yang sangat bagus!

Alternatif solusi anak bermasalah adalah dengan hypnoparenting.
Silahkan lihat tips-tips menghadapi anak bermasalah melalui metoda hypnoparenting.

Salam Parenting,
Adhi - http://hipnoparenting.blogspot.com    



6 tetor 2011 në 19:02

informasi yang berguna. Terima kasih!

Salam dan hormat!
Herry Tanis    



» Post a Comment